Selasa, 10 Mei 2011

Darah Garuda

RESENSI FILM DARAH GARUDA

Sutradara : Yadi Sugandi dan Conor Allyn
Penulis Skenario : Conor Allyn dan Rob Allyn
Editor : Sastha Sunu
Pemain : Dony Alamsyah (Tomas), Rahayu Sasraswati (Senja), Lukman Sardi (Amir), T. Rifnu Wikana (Dayan), Darius sinathrya (Marius), Rudi Wowor (Mayor Van Gaartner), Ario Bayu (Sersan Yanto), Aldy Zulfikar (Budi)
Produksi : PT Media Desa Indonesia bekerjasama dengan Margate House Films

Setelah film pertamanya Merah Putih sukses pada tahun 2009, film kedua dari Merah Putih ini adalah Darah Garuda. Film documenter yang dirilis pada tanggal 8 September 2010 ini mengisahakan tentang pejuang dari berbagai daerah di Republik Indonesia, dan berbagai kelas social dan berbagai agama pula. Para pejuang- pejuang yang tangguh ini diperankan oleh Lukman Sardi, Dony Alamsyah, Rahayu Saraswati, T. rifnuWikana, Darius Sinathrya, dan Aldy Zulfikar.
Tahun 1945, bagi dunia perang sudah berakhir. Namun untuk Indonesia, baru dimulai. Tahun 1946 Kerajaan Belanda kembali menjajah. Jendral Sudirman terkapar sakit paru- parunya sambil memimpin perang dari tandunya. Juni 1947 Vaan Mook memerintahkan serangan dan mengiring tawanan ke kampong- kampong. Sekali lagi kali ini Belanda menjadi raja dari Hindia.
Peristiwa ini terjadi di sebuah hutan di Jawa Tengah pada tahun 1947. Seorang TNI yang bernama Amir (yang diperankan oleh Lukman Sardi) yang diangkat sebagai kapten dan teman- temannya yang lainnya Tomas, Dayan dan Marius sebagai Letnan. Keempat pemuda itu bertekad untuk menyerang sebuah kampung yang dijadikan oleh Belanda sebagai tempat tawanan para perempuan. Setelah berhasil menyelamatkan para perempuan tersebut, keempat pemuda itu langsung mencari pasukan Jendral Sudirman untuk melancarkan akasinya.